iklan banner 960 x 75

Tuesday, October 7, 2014

Gaya Hidup Ini Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Jakarta - Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Penyakit ini juga masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.
Plt Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Prof Dr dr Agus Purwadianto mengatakan, penyakit jantung sebetulnya dapat dicegah, dan setidaknya 80 persen kematian dini akibat penyakit jantung pembuluh darah dapat dihindari jika empat faktor risiko utama, yaitu merokok, diet yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan konsumsi alkohol dapat dikendalikan.
"Untuk mencegah dan mengendalikan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, sangat penting untuk mengimplementasikan perilaku CERDIK, yaitu C cek kesehatan secara berkala, E enyahkan asap rokok, R rajin aktivitas fisik, D diet sehat dan seimbang, I istirahat cukup dan K kelola stres," ungkap Agus Purwadianto di acara "Hari Jantung Sedunia 2014" di Gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (7/10).
Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk membatasi konsumsi gula menjadi kurang dari 4 sdm per hari, konsumsi garam kurang dari 1 sdt per hari, serta membatasi konsumsi lemak menjadi 4 sdm per hari. "Konsumsi sayur dan buah-buahan juga perlu dibiasakan, serta melakukan aktivitas fisik dan olahraga tiga kali seminggu selama 50 menit atau lima kali seminggu selama 30 menit," lanjutnya.
Perubahan gaya hidup ini menurutnya perlu dilakukan sejak dini, karena faktor risiko penyakit jantung menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 juga menunjukkan peningkatan.
Prevalensi perokok pada tahun 2007, 2010 dan 2013 berturut-turut sebesar 34,2 persen, 34,7 persen, dan 36,3 persen. Perilaku gaya hidup santai (sedentari) lebih dari 6 jam per hari sebesar 24,1 persen dan kurang aktivitas fisik penduduk umur lebih dari 10 tahun sebesar 26,1 persen, kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis 53,1 persen, mengonsumsi makanan asin 26,2 persen, mengonsumsi makanan berlemak 40,7 persen dan mengonsumsi makanan berpenyedap 77,3 persen.

www.arcanusantara.com

0 comments:

Post a Comment