iklan banner 960 x 75

Thursday, June 5, 2014

Belasan Anggota Polda Metro Jaya Meninggal Tiap Bulan

 Kamis, 05 Juni 2014 | 17:33

 Jakarta - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, mencatat setiap bulan ada belasan anggota Polda Metro Jaya yang meninggal dunia baik karena sakit atau kecelakaan.
Guna mengantisipasi tingginya angka kematian tersebut, Biddokkes menyampaikan sosialisasi hidup sehat dan melaksanakan medical check-up.
"Saya evaluasi, memang hampir dua hari sekali ada    anggota yang meninggal. Bisa karena sakit atau kecelakaan," ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Musyafak, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/6).
Dikatakan Musyafak, pada bulan Januari 2014 tercatat ada 18 anggota yang meninggal dunia, Februari 16 anggota dan Maret ada 15 anggota.
"Jadi rata-rata ada dua anggota meninggal dalam satu hari atau belasan setiap bulan. Bahkan, ada yang dalam satu hari tiga orang meninggal," ungkapnya.
Menurutnya, jumlah anggota yang meninggal bisa mencapai 150 sampai 180 anggota per tahun.
"Kebanyakan karena sakit jantung. Lebih banyak Bintara yang meninggal, karena jumlah Bintara dengan lainnya lebih banyak Bintara," sebutnya.
Ia melanjutkan, ada 120 anggota Polda Metro Jaya yang mengalami sakit permanen dan tak bisa kerja.
"Sakit kronis. Misalnya, lumpuh, stroke, penyakit diabetes komplikasi, hipertensi berat, asam urat, dan lainnya. Mereka mendapatkan surat cuti sakit. Gaji masih diberikan, namun tunjangan kerja tidak dapat," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk anggota yang kadang-kadang sakit dan kadang-kadang masuk, kurang lebih mencapai 105 orang. "Ada sekitar 105 orang."
Merespon hal itu, pihak Biddokkes Polda Metro Jaya melakukan upaya sosialisasi hidup sehat kepada anggota.
"Yang kami lakukan sebagai Biddokkes, pertama sosialisasi pola hidup sehat. Kami sudah sampaikan pola makan sehat, 3 J yaitu jam makan tepat, jumlah makan jangan terlalu banyak dan jenis yang dimakan jangan mengandung lemak kolesterol. Kemudian, istirahat cukup, olahraga serta saran diet golongan darah," paparnya.
Selain sosialisasi hidup sehat, tambahnya, Biddokkes juga melakukan medical cek up kepada para anggota.
"Kami juga laksanakan medical check-up. Untuk usia di atas 40 tahun, saya periksa lengkap termasuk rekam jantung. 30 sampai 40 tanpa rekam jantung, di bawah 30 tahun pemeriksaan laboratorium. Setiap check-up juga dilakukan tes urine," tandasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/CAH

0 comments:

Post a Comment