iklan banner 960 x 75

Sunday, June 1, 2014

Perang Kata-kata Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta Makin Seru


author : Lily Wibisono
Friday, 30 May 2014 - 08:45 pm

medan.tribunnews.com

Perang kata-kata Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta makin seru.


Intisari-Online.com - Dari Anies Baswedan yang mengangkat soal tegas dan buas sampai JK yang mengatakan bahagia punya istri, kita sedang menyaksikan perang kata-kata yang sebenarnya mengasyikkan.
"Mari kita bedakan antara sikap sopan dengan lembek, antara sikap tegas dan buas,” ucap Anies Baswedan kemarin, Kamis (29/5), di GOR Cikutra Bandung, di hadapan ribuan relawan Jokowi, JK.
Semua tentu mahfum, itu serangan balik jubir kubu Jokowi-JK itu terhadap serangan pihak lawan yang mengangkat kesantunan ala wong Solo-nya Jokowi sebagai ketidaktegasan.

(Baca juga: Punya Kekuatan Berimbang, Pertarungan Jokowi-Prabowo Akan Seru
Sebaliknya, Cawapres Jusuf Kalla mengatakan, "Saya bahagia karena punya istri yang memelihara saya, jadi saya masalah kalau tidak ada istri saya. Itu kan saya." Ia mengucapkannya sambil tersenyum saat ditemui di Cibaduyut, Kota Bandung, Kamis (29/5/2014). Meskipun JK mengaku tak berniat menyindir, kata-katanya mengingatkan orang pada status Prabowo yang jomblo.
Perang kata-kata memang jamak banget dalam era kampanye. Tanpa berprasangka buruk, sebenarnya masa kampanye dapat menjadi masa-masa emas tim kreatif masing-masing kubu. Beberapa presiden di masa lalu tercatat telah menelurkan macam-macam slogan yang dikenang sampai kini:
Perang kata-kata antara kubu Partai Demokrat (partai Presiden Obama) dengan Partai Republik sampai hari ini kadang-kadang diwarnai dengan perang slogan yang bisa bikin telinga merah. “You Can't Fix Stupid, But You Can Vote It Out” adalah slogan Partai Republik. Itu kan sama saja mengatakan Presiden Obama bodoh?
Slogan Partai Republik lainnya “Work Harder! Millions On Welfare Depend On You!” adalah sindiran terkait dengan kebijakan Obama yang sangat berpihak pada kaum miskin. Partai Republik tidak sepakat karena menilai kebijakan tersebut sangat mahal dan tidak realistis bagi perekonomian Amerika.
Saling serang dan banting di “ring kata-kata” sudah dipraktikkan di AS bahkan pada masa PD II.
“In Hoover We Trusted, Now We Are Busted” adalah slogan Franklin D. Roosevelt, presiden Amerika ke 31 yang terkenal dengan sebutan FDR.
Ia satu-satunya presiden AS yang menjabat sampai empat kali masa jabatan karena situasi PD II (1933 – 1945). Masa sebelum FDR adalah masa paceklik karena resesi ekonomi dunia yang dimulai tahun 1929.
Nasib buruk bagi Herbert Hoover, presiden AS ke 31. Demikian kesalnya rakyat kepada Hoover sampai-sampai perkampungan miskin di Amerika disebut “hooverville”.
Maka slogan FDR benar-benar bagaikan pukulan hook yang mengena. Tentu saja, karena saat itu Hoover terbukti gagal memberikan “A Chicken in Every Pot” seperti yang dijanjikannya dalam slogan kampanyenya pada tahun 1928.

(Baca juga: Soal Pemberantasan Korupsi, Ini Bedanya Visi-Misi Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta
Serangan tanpa sungkan juga dilemparkan oleh kubu Margaret Thatcher dari Partai Tories di Inggris pada tahun 1979. Pemerintahan Inggris saat itu dikuasai oleh Partai Buruh. Thatcher melontarkan peluru berupa slogan “Labour Isn’t Working”.
Tuduhan dan vonis yang tidak dipoles sama sekali itu menggambarkan benar karakter sang “Wanita Besi” (julukan Thatcher). Thatcher menjadi perempuan perdana menteri pertama Inggris dan perdana menteri terlama (1979 – 1990) selama lebih dari seratus tahun.
Di Australia pun slogan-slogan yang mendepak dan membanting lawan tak kurang. Salah satunya “Don’t Go Back to Labor. Australia Can’t Afford It”. Ini slogan Partai Liberal yang menyerang Partai Buruh pada tahun 1998.
Perang kata-kata dalam wujud slogan dan sindiran cerdas mewarnai masa kampanye dengan warna-warna cerah yang akan dikenang dengan senyum, lebih enak ditonton pula!


0 comments:

Post a Comment