iklan banner 960 x 75

Thursday, May 8, 2014

Kelompok Teroris Klaim Culik Ratusan Anak Perempuan di Nigeria


Lesthia Kertopati, Tasya Paramitha | Senin, 5 Mei 2014, 21:28 WIB
VIVAnews - Seorang pria yang mengklaim sebagai pemimpin kelompok teroris Nigeria, Boko Haram, mengatakan akan menjual lebih dari 200 anak perempuan yang diculik pada bulan lalu dari sekolah di negara bagian Borno, Nigeria. Sebelumnya, pemerintah setempat menduga bahwa pelaku penculikan adalah kelompok militan Islamis.
"Saya menculik anak-anak perempuan Anda. Saya akan menjual mereka di pasar demi Allah," ucap pria yang mengaku bernama Abubakar Shekau dalam sebuah video yang diterjemahkan oleh CNN dari bahasa lokal, Hausa.
"Ada pasar untuk menjual manusia. Allah berkata saya harus menjual mereka. Ia memerintahkan saya untuk menjual mereka. Saya akan menjual wanita. Saya menjual wanita," lanjutnya.
Dilansir CNN, video berdurasi hampir satu jam itu pertama kali diketahui oleh agensi berita Agence France-Presse pada hari Senin, 5 Mei 2014. Banyak pihak menduga bahwa video ini adalah konfirmasi pertama Boko Haram kepada publik mengenai penculikan anak-anak perempuan yang terjadi pada 14 April 2014 lalu di timur laut Borno.
Menurut pihak berwajib, anggota bersenjata Boko Haram melumpuhkan penjaga di sekolah asrama khusus perempuan di Chibok. Mereka kemudian menarik para anak perempuan dari tempat tidur dan memaksa mereka masuk ke truk. Iring-iringan truk berisi anak-anak perempuan tersebut kemudian dilaporkan menghilang ke hutan belantara di perbatasan Kamerun. 
Jumat, 2 Mei 2014 lalu, pemerintah lokal Nigeria melaporkan jumlah anak perempuan yang diculik ternyata bertambah yaitu 276 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 53 anak berhasil melarikan diri sehingga jumlah korban yang masih berada di tangan penculik menjadi 223 orang.
Pemerintah juga mengatakan bahwa jumlah anak perempuan yang hilang bisa saja bertambah setelah polisi memeriksa daftar murid milik sekolah. (one)

www.arcanusantara.com



© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya

0 comments:

Post a Comment